Nasional

Siapa Ruja Ignatova? Wanita Cantik Paling Dicari FBI yang dimaksud Dijuluki Ratu Kriopto lantaran Kasus Penipuan Rp73 Billion

WASHINGTON – Ruja Ignatova, yang digunakan dijuluki “Cryptoqueen,” dimasukkan ke pada daftar Sepuluh Buronan Paling Dicari Biro Investigasi Federal ( FBI ) Negeri Paman Sam minggu lalu. FBI juga memberikan hadiah sebesar USD100.000 (Rp1,6 miliar) untuknya oleh sebab itu penyalahgunaan ung kripto USD4,5 miliar atau Rp73 triliun.

Ignatova dituduh menipu pemodal yang mana mudah tertipu pada seluruh dunia serta menggelapkan miliaran dolar dari mereka.

“Dia dicari akibat dugaan keterlibatannya pada skema penipuan skala besar yang tersebut melibatkan mata uang kripto,” kata lembaga tersebut.

Bulan lalu, lembaga penegak hukum Uni Eropa, Europol, juga menempatkan wanita berusia 42 tahun itu di daftar Orang Paling Dicari.

Namun, namanya tidaklah lagi muncul pada daftar yang disebutkan serta tiada jelas mengapa atau kapan namanya dihapus.

Siapa Ruja Ignatova? Wanita Cantik Paling Dicari FBI yang Dijuluki Ratu Kriopto oleh sebab itu Kasus Penipuan Rp73 Triliun

1. Perempuan Jerman yang digunakan Meluncurkan OneCoin pada 2014

Melansir DW, orang warga negara Jerman yang digunakan tinggal di tempat Bulgaria, Ignatova meluncurkan OneCoin pada tahun 2014, yang digunakan konon bertujuan untuk menggantikan bitcoin sebagai mata uang virtual terkemuka di tempat dunia.

Perusahaan ini beroperasi pada seluruh dunia serta mengklaim mempunyai lebih tinggi dari 3 jt anggota pada seluruh dunia pada akhir tahun 2016.

Namun tiada seperti bitcoin atau mata uang digital lainnya, OneCoin tidak ada didukung oleh teknologi blockchain publik, aman, serta terdesentralisasi.

2. Memiliki Kantor Pusat di tempat Bulgaria

Menurut FBI, OneCoin Ltd. yang berkantor pusat di area Bulgaria mengklaim miliki “blockchain pribadi”.

Mata uang kripto palsu yang dimaksud tiada memiliki nilai riil kemudian bukan dapat digunakan untuk membeli apa pun.

Pihak berwenang Amerika Serikat menyebutnya sebagai salah satu skema piramida terbesar pada sejarah serta mengungkapkan bahwa Ignatova adalah dalang pada balik seluruh kecurangan tersebut.

Baca Juga: NATO Terancam Bubar, Eropa Bangun Koalisi Baru

3. Menerapkan Model Ponzi

Menurut mereka, perusahaan ini beroperasi sebagai jaringan pemasaran bertingkat lalu skema Ponzi, pada mana pemodal awal didorong untuk merekrut orang lain serta kemudian dibayar melalui tanda terima dari pemodal berikutnya.

Related Articles

Back to top button