Setelah Natal, otoritas Antisipasi Lonjakan Konsumsi Daya pada Tahun Baru

JAKARTA – Kementerian Tenaga serta Informan Daya Mineral ( ESDM ) meyakinkan pasokan energi, baik distribusi unsur bakar minyak ( BBM ) juga pasokan listrik pada kondisi aman selama periode Natal 2024. Selanjutnya, pemerintah mengantisipasi peningkatan keinginan penduduk di tempat berbagai wilayah menyambut Tahun Baru 2025.
Terkait dengan itu, Wakil Menteri ESDM Yuliot meninjau dengan segera kesiapan distribusi BBM di dalam salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di dalam Pekanbaru guna menegaskan kelancaran suplai energi pada wilayah Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, serta Sumatera Barat.
“Kami dari Satuan Pekerjaan (Satgas) Nasional ESDM mengecek distribusi BBM dalam Kepulauan Riau, Provinsi Riau, Sumatera Utara, Aceh kemudian Sumatera Barat. Selama Natal kemarin, pasokan BBM berlangsung sangat lancar serta tidak ada ada kendala,”ungkap Yuliot disitir dari laman resmi Kementerian ESDM, Hari Sabtu (28/12/2024).
Dia menjelaskan, berdasarkan laporan kelompok posko nasional sektor ESDM, ketahanan stok BBM nasional ketika ini mencapai 18-20 hari untuk seluruh jenis material bakar, termasuk gasoline, gasoil, kerosene, dan juga avtur. Khusus dalam Sumatera, pasokan energi dipenuhi dari Kilang Dumai lalu Sei Pakning yang digunakan mempunyai kapasitas produksi 170.000 barel per hari, atau setara 16% permintaan nasional.
“Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi pada waktu libur Tahun Baru, pemerintah telah terjadi menyiapkan mekanisme penambahan kuota bagi SPBU yang dimaksud membutuhkan. Kita menyiapkan mobil penyimpanan mengantisipasi kalau ada lonjakan-lonjakan permintaan,” tutur Yuliot.
Selain pasokan BBM, Kementerian ESDM juga memantau sektor kelistrikan pada Unit Induk Penyaluran kemudian Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera. Hasil pantauan menunjukkan bahwa pasokan listrik selama Natal 2024 berjalan tanpa hambatan berarti. “Alhamdulillah selama Natal relatif tidaklah ada permasalahan di suplai listrik. Mulai dari sumber energi primer, pembangkit, hingga jaringan distribusi. Kami mengucapkan terima kasih untuk PLN,” kata Yuliot.
Berdasarkan data PLN, beban puncak nasional pada Natal 2024 tercatat sebesar 37,5 gigawatt (GW) dengan cadangan daya mencapai 16,2 GW atau 43,3%. Di Sumatera, daya mampu pasok mencapai 9,7 GW, sedangkan beban puncaknya sebesar 6,9 GW lalu cadangan daya 2,8 GW.
Meski demikian, Executive Vice President Operasi Sistem Ketenagalistrikan PLN Dispriansyah menjelaskan, konsumsi listrik ketika Natal justru berkurang hingga 17-20% jika dibandingkan rata-rata harian. Penurunan ini disebabkan curah hujan tinggi pada Sumatera, yang mengempiskan pemakaian alat seperti pendingin udara. Selain itu, bencana banjir dalam beberapa wilayah juga menekan konsumsi listrik rumah tangga.
“Kami perkirakan pada awal itu turun semata-mata sekitar 10-13% secara nasional dari beban rata-rata harian sebelum periode Natal. Tetapi ternyata turunnya cukup drastis. Sumatera 17 persen dari beban rata-rata nasional,” jelasnya.
Yuliot menyoroti bahwa Sumatera mempunyai peran strategis sebagai lumbung energi nasional. “Sumatera adalah wilayah prioritas bagi pemerintah di pengembangan energi baru dan juga terbarukan. Kami harap pasokan energi di dalam di sini dapat terus memperkuat pertumbuhan ekonomi yang digunakan berkelanjutan,” tutupnya.






