Profil Marla Ann Maples, Mantan Istri Donald Trump yang Dikenal sebagai Aktris Hollywood Ternyata Penganut Kabbalah

WASHINGTON – Marla Maples, istri kedua Donald Trump lalu ibu dari putri bungsunya Tiffany, memancarkan pesona khas Amerika-nya. Pada usianya telah menua, 61 tahun, tapi beliau tetap saja setiap saat tampil cantik kemudian menawan.
Profil Marla Ann Maples, Mantan Istri Donald Trump yang digunakan Dikenal sebagai Aktris Hollywood
1. Lahir di area Georgia, Terwujud di tempat AS
Lahir pada Cohutta, Georgia (populasi 661), Marla Maples memulai kariernya sebagai pelajar berprestasi, atlet, serta ratu homecoming yang digunakan kuliah di dalam University of Georgia sebelum pindah ke New York City untuk mengejar karier pada bidang seni.
Dengan lebih banyak dari 15 peran pada film (Happiness, Black and White), sejumlah penampilan dalam TV (Spin City, The Nanny), pertunjukan Broadway (The Will Rogers Follies, Love, Loss, serta What I Wore), dan juga puluhan sampul majalah pada resume-nya, Maples dengan kuat mengamankan tempatnya di budaya populer.
2. Penganut Kabbalah
Pada tahun 1999, ia pindah ke California Selatan sama-sama putrinya Tiffany untuk fokus mencari hidup yang mana lebih tinggi tenang kemudian lebih banyak spiritual.
Penganut Kabbalah yang tersebut telah lama berkecimpung pada dunia ini merilis album pertamanya, The Endless yang mana menampilkan Deepak Chopra, Yang Mulia Dalai Lama & Michael Bernard Beckwith, serta menjadi pembawa acara bincang-bincang radio, Awakening With Marla dengan para spesialis dari dunia kondisi tubuh alami.
Setelah Tiffany bertambah dewasa kemudian lulus dari University of Pennsylvania pada tahun 2016, Marla kembali menjadi pusat perhatian dengan gemilang, menari tango dalam Musim ke-22 Dancing With the Stars bersatu Tony Dovolani, menjadi pembawa acara The View, The Doctors, juga Good Day New York, dan juga mengunjungi beberapa acara amal VIP.
Baca Juga: NATO Terancam Bubar, Eropa Bangun Koalisi Baru
3. Menderita Penyakit Lyme
Filantropis yang digunakan menderita penyakit Lyme pada waktu remaja ini mendapatkan penghargaan menghadapi karyanya dalam Global Lyme Alliance, lalu masih berikrar untuk mengupayakan banyak organisasi nirlaba termasuk Spirituality for Kids, Make a Wish Foundation, American Family Housing, Feed the Children, Shelter for the Homeless, The City of Hope, dan juga Kids Creating Peace.
Baik ketika berbicara tentang persatuan di tempat PBB atau membawakan singelnya “One World of Love” di tempat berhadapan dengan panggung di area Carnegie Hall, aktris, artis musik, lalu filantropis ini teguh di misinya untuk memperluas kebaikan yang lebih banyak besar kemudian menerangi dunia.
4. Jatuh Cinta pada Trump pasca Berpesta
Melansir The Standard, Trump bukanlah The One. Maples bertemu dengan entrepreneur itu ketika itu sebagai ratu pesta kepulangan dari Georgia’s Bible Belt, ketika ia pindah ke New York pada tahun 1985 untuk bekerja sebagai model kemudian aktor.
Pada akhir dekade itu, hubungan mereka yang dipublikasikan secara luas akan mengakhiri pernikahan pertama Trump dengan mendiang Ivana pada tahun 1990 kemudian meninjau tabloid-tabloid menghebohkan hidup Maples.
Saat ia menghidupkannya kembali, sambil duduk pada teras luar, ketenangan Kate Moss Cosmoss-nya memudar. “Saya tiada tahu apa yang tersebut saya hadapi. Saya menyaksikan kebohongan itu. Itu sangat memilukan bagi saya. Saya mendapati diri saya menangis,” katanya.
“Saya mengawasi sendiri apa yang mana sebenarnya bisa jadi diputarbalikkan.” Itu adalah petunjuk pertama tentang apa yang dimaksud akan terjadi selama percakapan selama satu jam di area mana Maples terobsesi dengan misinformasi. Ambisinya adalah untuk “menyebarkan kebenaran”, katanya. Itu adalah sesuatu yang luar biasa.
Dengan keanggunan yang digunakan sebanding yang mana dimilikinya ketika berjalan dalam lobi hotel, Maples beralih dari mencerca “rencana-demikian” ke teori konspirasi jejak kimia (dia yakin “mereka telah lama menyemprotkan material kimia ke udara kita, teristimewa pada Amerika, yang dimaksud menciptakan orang sangat sakit juga mencemari bumi kita”).






