Pemkab Lumajang optimalkan tanam bawang merah jaga stabilitas nilai tukar

Kami sudah ada menyalurkan sekitar 2,8 ton bibit bawang merah untuk kelompok tani di dalam Desa Yosowilangun Kidul
Lumajang, Jawa Timur – eksekutif Daerah (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, mengoptimalkan penyertaan bawang merah untuk mempertahankan stabilitas harga jual kemudian menegaskan ketersediaan komoditas yang dimaksud di pasaran.
"Kami menghadirkan para petani di dalam area selatan, khususnya Kunir, Yosowilangun, Tekung serta area sekitarnya untuk bisa saja menyumbangkan bawang merah," kata Kepala Sektor Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan juga Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang Hendra Suwandaru pada waktu dikonfirmasi di Lumajang, Senin.
Menurutnya, investasi bawang merah yang dimaksud tersebar ke beberapa kawasan sentra produksi komoditas bumbu dapur itu, pada antaranya Kecamatan Kunir, Yosowilangun, Tekung kemudian banyak tempat sekitarnya.
"Kami berusaha mencapai investasi komoditas bawang merah seluas 30 hektare per-tahun. Untuk bulan ini memang benar tidaklah ada panen, ada dua kelompok tani yakni ke Yosowilangun tercatat 2,8 ha serta pada Tekung ada 0,3 ha yang tersebut usia tanamannya sekitar umur 12 sampai 20 hari," tuturnya.
Sebelumnya, DKPP Kota Lumajang juga telah lama menyalurkan bibit bawang merah ke sebagian kelompok tani melalui Dana Bagi Hasil Cukai dan juga Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk meningkatkan produksi bawang merah dalam Lumajang juga memenuhi keinginan pasar.
"Kami telah menyalurkan sekitar 2,8 ton bibit bawang merah terhadap kelompok tani di Desa Yosowilangun Kidul sehingga diharapkan hasil panen sanggup meningkatkan produksi bawang merah ke Lumajang," katanya.
Bantuan bibit itu diharapkan dapat meningkatkan produksi bawang merah pada Lumajang juga memenuhi keinginan bursa sebab tingginya permintaan bawang merah teristimewa mendekati akhir tahun.
“Dengan meningkatkan produksi bawang merah lokal, kami berharap dapat melindungi stabilitas tarif dan juga ketersediaan pasokan pada pasaran," ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan harga jual unsur pokok dalam beberapa lingkungan ekonomi tradisional Lumajang tercatat rata-rata tarif bawang merah per 7 Oktober 2024 relatif stabil, yakni mencapai Rp18 ribu per kilogram dan juga harga jual yang disebutkan bertahan selama dua minggu.
Artikel ini disadur dari Pemkab Lumajang optimalkan tanam bawang merah jaga stabilitas harga






