“Pemandu wisata mayantara” merevolusi pengalaman wisata

Taiyuan – Wu Hongbo, orang wisatawan dari Dalian, baru-baru ini menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk membantu menyusun rencana tur wisata yang digunakan mendalam di dalam Provinsi Shanxi, China utara, yang tersebut terkenal dengan kekayaan sejarah budayanya.
Hanya dengan memasukkan informasi seputar destinasi, tanggal perjalanan, anggaran, lalu minat pribadinya ke pada program Artificial Intelligence tersebut, Wu dengan cepat menerima rencana perjalanan selama sepekan yang mana telah lama dipersonalisasi. Dengan rencana terperinci yang dimaksud mencakup panduan transportasi, objek wisata, dan juga akomodasi, beliau memulai perjalanan turnya yang dimaksud lebih besar senyaman serta efisien berdasarkan hasil rekomendasi Kecerdasan Buatan yang disebutkan dalam provinsi yang mirip sekali baru baginya itu.
Wu, penggemar berat novel seni bela diri, telah dilakukan lama terpesona oleh Yanmen Pass, bagian terkenal dari Tembok Besar China yang mana rutin disebut pada cerita favoritnya, lalu bertekad untuk mengunjunginya selama perjalanan turnya pada Shanxi.
Ini merupakan kunjungan pertama Wu ke Shanxi, juga menurutnya melakukan perjalanan sama-sama rombongan wisata dapat bermetamorfosis menjadi sangat mahal juga kurang fleksibel seperti yang mana diharapkannya. Dihadapkan pada banyaknya tempat wisata kemudian rute perjalanan yang digunakan rumit, beliau beralih ke Artificial Intelligence untuk membantu merencanakan perjalanan.
Panduan perjalanan yang disediakan program Artificial Intelligence itu mencakup objek-objek wisata utama seperti Gua Yungang, Pagoda Kayu Wilayah Yingxian, serta tempat favorit pribadinya, Yanmen Pass. Berdasarkan minat Wu pada arsitektur kuno juga kuliner lokal, perangkat lunak Kecerdasan Buatan yang disebutkan juga merekomendasikan banyak objek wisata kemudian kuliner lokal yang dimaksud kurang populer namun kaya akan nilai budaya.
"Tur yang dimaksud direncanakan Kecerdasan Buatan ini benar-benar memberi saya kejutan yang tak terduga," ungkap Wu. "Objek wisata serta rute yang tersebut direkomendasikan sangat sesuai dengan selera saya, memberi saya pemahaman lebih banyak mendalam tentang Shanxi."
Selama liburan Hari Buruh, pangsa pariwisata China mengalami lonjakan signifikan. Kementerian Transportasi China memperkirakan pada hari pertama liburan tersebut, jumlah total perjalanan penumpang akan menembus 340 juta, menandai peningkatan 8 persen secara tahunan (year on year/yoy). Tren ini mencerminkan peningkatan optimisme di dalam sektor pariwisata, dengan pariwisata domestik dan juga luar negeri mengalami pertumbuhan kuat.
Di ketika pengalaman imersif lalu personal menjadi tren yang digunakan semakin diminati oleh wisatawan, peran Teknologi AI sebagai "pemandu wisata bumi maya" tak hanya saja meningkatkan efisiensi dan juga kualitas pengalaman perjalanan tetapi juga memperkenalkan tingkat kecerdasan baru pada perencanaan perjalanan.
Di platform digital media sosial China, konten seperti "Rencana perjalanan lima hari empat di malam hari di dalam Shandong yang digunakan disesuaikan oleh DeepSeek" dan juga "Rencana perjalanan dua hari di dalam Chengdu yang digunakan dibuat oleh AI" berubah jadi semakin umum.
Analis sektor meyakini tahun 2025 akan berubah menjadi tahun terobosan untuk layanan pemandu wisata berbasis AI. Dengan popularisasi 5G lalu teknologi digital, pengalaman mendalam lintas waktu serta ruang akan berubah jadi arus utama.
Dalam perjalanan tertentu, Teknologi AI juga dapat menyediakan layanan pemandu wisata real-time. Melalui pengenalan kata-kata serta teknologi penentuan sikap yang akurat, pemandu wisata Artificial Intelligence melakukan seperti pemandu pribadi, memberikan penjelasan detail tentang kisah sejarah, konotasi budaya, juga karakteristik unik di dalam balik suatu objek wisata.
Liu Xilei, individu wisatawan dari Hebei, tidak ada menyewa pemandu wisata manusia pada saat ia mengunjungi Kuil Jinci dalam Taiyuan. Sebaliknya, ia menggunakan Doubao, chatbot berbasis Artificial Intelligence milik ByteDance, untuk mempersiapkan kunjungannya secara menyeluruh.
"Saya belajar berbagai tentang latar belakang kuil itu, dan juga karakteristik arsitektur juga nilai budayanya," kata Liu.
Seiring menguatnya tren Artificial Intelligence di dalam seluruh China, banyak destinasi wisata utama mempercepat peningkatan sektor teknologi.
Destinasi wisata populer seperti Gunung Huangshan di Anhui, Gunung Lushan pada Jiangxi, kemudian kawasan wisata Wushan dalam Chongqing juga sudah mengintegrasikan DeepSeek untuk meningkatkan interaksi cerdas dan juga memberikan pengalaman yang tersebut lebih banyak personal terhadap pengunjung.
Inisiatif "pemandu lokal AI" dari layanan perjalanan China kemudian jaringan jejaring sosial Mafengwo pun semakin memperluas jangkauannya.
"Mereka lebih tinggi dari sekadar pemandu wisata, tetapi pakar yang mana menangkap esensi sebuah kota," kata Sun Yunlei, direktur lembaga penelitian destinasi Mafengwo.
Platform ini merekrut warga lama, yakni merekan yang mana telah lama tinggal dalam suatu posisi selama lebih tinggi dari lima tahun, untuk membantu melatih model AI-nya, memberikan sentuhan lokal yang dimaksud unik pada setiap pemandu virtual. Misalnya, perangkat lunak "bebek jahe AI" (ginger duck AI) dalam Fujian dapat dengan ringan merekomendasikan restoran-restoran yang tersebut lokasinya sulit dijangkau seperti pada di gang, sementara program sama dalam Guizhou terbilang ahli di memberikan kiat-kiat terbaik untuk menikmati masakan pedas.
Li Xinjian, direktur eksekutif Institut Pengembangunan Kebudayaan lalu Wisata Beijing yang dimaksud dinaungi Universitas Studi Internasional Beijing, meyakini Artificial Intelligence dapat memenuhi permintaan wisatawan untuk perjalanan yang disesuaikan dan juga memungkinkan objek-objek wisata menyediakan komoditas dan juga layanan yang sesuai secara akurat.
"Hal ini meningkatkan efisiensi kemudian pengalaman wisatawan sekaligus menyegarkan bidang budaya kemudian pariwisata. Di masa mendatang, pemandu wisata Kecerdasan Buatan diharapkan dapat melengkapi tenaga pemandu wisata manusia, bersama-sama memberikan layanan perjalanan yang mana tambahan berkualitas juga lebih besar personal untuk menghasilkan perjalanan bermetamorfosis menjadi tambahan berkesan," imbuh Li.
Artikel ini disadur dari “Pemandu wisata mayantara” merevolusi pengalaman wisata






