Panglima Militer Zionis yang Baru Eyal Zamir Berambisi Mewujudkan negara Israel Raya

GAZA – Kredensial terpenting yang tersebut dimiliki panglima militer negeri Israel Eyal Zamir yang baru adalah kedekatannya dengan Benjamin Netanyahu dan juga ambisinya untuk mewujudkan negeri Israel Raya.
Zamir pernah menjabat sebagai sekretaris militer Netanyahu sekitar 10 tahun lalu. Selama 16 bulan terakhir, Netanyahu sudah pernah berselisih dengan para panglima militer lalu intelijennya dan juga saat ini tampaknya ada dorongan darinya juga pemerintahannya untuk mengganti mereka.
Kepala staf militer yang tersebut baru ini menyebabkan keselarasan tujuan lalu ideologi. Ia adalah seseorang yang dimaksud percaya pada sikap ofensif, bahwa tanah Israel harus memproduksi persenjataannya sendiri. Ia adalah seseorang yang menerbitkan sebuah artikel pada tahun 2007 yang mana mengungkapkan bahwa hukuman kolektif – yang mana ilegal menurut hukum internasional – sah terhadap apa yang disebutnya sebagai “populasi teroris”.
Konsekuensi dari pengangkatannya melampaui Gaza, dalam mana ia telah terjadi menyusun rencana untuk menyerang kembali lalu mengambil alih setidaknya sebagian wilayah tersebut. Seperti yang dimaksud ia katakan sekitar satu setengah jam yang dimaksud lalu, organisasi Hamas belum dikalahkan juga tugasnya belum selesai.
Baca Juga: NATO Terancam Bubar, Eropa Bangun Koalisi Baru
Zamir berjanji untuk mengatur militer “menuju kemenangan” serta menyebabkan pulang semua tawanan dari Gaza.
“Tugas moral kita jelas; mengakibatkan semua orang pulang, dengan cara apa pun yang memungkinkan kemudian secepat mungkin,” katanya pada komentar yang digunakan dimuat oleh The Times of Israel.
Zamir juga menyatakan seluruh publik tanah Israel harus berpartisipasi pada membela negara, sebuah pernyataan yang tersebut tampaknya ditujukan untuk komunitas ultra-Ortodoks, beberapa di area antaranya telah dilakukan menolak seruan untuk wajib militer.
Angkatan bersenjata Israel, katanya, “adalah angkatan bersenjata rakyat”.
“Menghadapi ancaman eksternal, kita harus memiliki kekompakan barisan. Kita akan bekerja untuk memperluas barisan. Misi pertahanan harus dibagi.” 000






