Novel Baswedan Benarkan Hasto Pernah Cerita Jokowi Inisiator Revisi UU KPK

JAKARTA – Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan membenarkan pernah bertemu serta berbincang dengan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Hasto Kristiyanto terkait alasan revisi Undang-Undang (UU) KPK pada 2019. Dalam kesempatan itu, Hasto mengungkap dalang revisi UU KPK.
“Benar, saya bertemu ia (Hasto) di tempat acara peluncuran kemudian orasi ilmiah Profesor Sulistyowati Irianto di tempat Universitas Indonesia,” kata Novel di keterangannya untuk awak media, Hari Sabtu (22/2/2025).
Novel menceritakan ketika bertemu dengan Hasto, ia segera menanyakan mengapa melakukan pelemahan KPK dengan revisi UU lalu penyingkiran tokoh-tokoh penting KPK.
“Ketika bertemu tersebut, saya tanyakan untuk yang mana bersangkutan mengapa melakukan pelemahan terhadap KPK dengan revisi UU kemudian dilanjutkan dengan penyingkiran tokoh-tokoh penting KPK? Hingga KPK benar-benar lumpuh,” katanya.
Sepengetahuannya, kata Novel, Hasto adalah teman dekat mantan Ketua KPK Firli Bahuri yang merusak lembaga antirasuah itu. “Saya juga ungkapkan pengetahuan saya bahwa Hasto adalah teman dekat Firli Bahuri yang tersebut merusak KPK,” katanya.
Menurut Novel, ketika itu Hasto menjawab secara singkat pertanyaan singkat yang tersebut mirip dengan pernyataannya yang mana beredar lewat video berdurasi 5 menit di unggahan akun YouTube koreksi_org dengan judul Nyanyian Hasto: Jokowi, Revisi UU KPK juga Dana Rp3 Juta USD.
“Dan waktu itu secara singkat yang mana bersangkutan menjawab kurang tambahan sebagaimana di rekaman tersebut. Tetapi akibat situasi acara, maka belaka mampu bicara singkat saja,” kata Novel.
Sementara itu, pada video yang digunakan beredar itu Hasto menceritakan bahwa ia bertemu Novel Baswedan, Rocky Gerung, dan juga beberapa jumlah tokoh civil society lainnya pada Universitas Indonesia pada tanggal 7 Mei 2024. Dia pun mengungkapkan bahwa yang memelopori revisi UU KPK yang mana mengkerdilkan KPK di dalam pada upaya pemberantasan korupsi bukanlah PDI Perjuangan.






