100 Orang Suku Druze Asal Suriah Kunjungi Israel, Ada Apa Gerangan?

GAZA – Delegasi yang beranggotakan sekitar 100 anggota Druze Suriah tiba di area negara Israel untuk kunjungan dua hari, menandai perjalanan pertama di lebih besar dari lima dekade. Itu merupakan propaganda tanah Israel untuk merancang citra positif dalam kalangan suku Druze.
Stasiun televisi masyarakat Israel, KAN, melaporkan kunjungan yang disebutkan dikoordinasikan dengan Sheikh Mowafaq Tarif, pemimpin spiritual komunitas Druze di dalam Israel. Delegasi yang disebutkan diharapkan mengunjungi tempat-tempat keagamaan di tempat Dataran Tinggi Golan yang mana diduduki serta tanah Israel utara.
Ini menandai kunjungan kedua dari jenisnya sejak berdirinya tanah Israel pada tahun 1948, juga yang tersebut pertama sejak tahun 1973. KAN bukan mengungkapkan identitas peserta.
Delegasi yang disebutkan akan bertemu dengan Tarif lalu tokoh Druze terkemuka lainnya di area Israel. Mereka juga akan mengunjungi tempat-tempat termasuk makam Nabi Yitro kemudian desa Druze pada Peki’in.
Baca Juga: Proposal Mesir untuk Wilayah Gaza 2030 Persatukan Negara-negara Arab
Masih belum jelas apakah delegasi yang dimaksud akan mengadakan rapat dengan pemerintah negeri Israel atau pejabat militer.
Belum ada tanggapan resmi dari otoritas Suriah atau pemimpin Druze di dalam Suriah mengenai kunjungan tersebut.
Kunjungan yang dimaksud diadakan pada sedang meningkatnya ketegangan menyusul klaim negara Israel baru-baru ini bahwa jet tempur negeri Israel telah dilakukan dikerahkan pada Suriah untuk “melindungi Druze Suriah.”
Pernyataan yang disebutkan sudah pernah memicu menentang di dalam antara komunitas Druze Suriah, yang mana secara terbuka menolak segala bentuk intervensi negara Israel pada urusan internal Suriah. Para demonstran juga sudah menegaskan kembali tuntutan agar negara Israel menarik diri sepenuhnya dari wilayah Suriah yang mana diduduki.
Sejak penggulingan mantan Presiden Bashar Assad pada bulan Desember, negara Israel sudah meningkatkan serangan militernya dalam Suriah.
Pemerintahan Suriah yang tersebut baru, yang tersebut dipimpin oleh pemimpin transisi Ahmad al-Sharaa, secara konsisten menyerukan diakhirinya serangan udara negara Israel serta evakuasi penuh pasukannya dari wilayah Suriah.
Israel sudah menduduki sebagian besar Dataran Tinggi Golan sejak tahun 1967. Setelah terjadinya transisi urusan politik pada Suriah, negara Israel sudah pernah memperluas kendali teritorialnya, termasuk ke zona demiliterisasi, lalu telah dilakukan melancarkan banyak serangan udara yang digunakan berusaha mencapai aset militer Suriah.






