Dalam 10 Hari, PosIND Berhasil Salurkan 90% Bansos PKH juga Inisiatif Sembako

JAKARTA – Tahun ini PT Pos Indonesia (PosIND) kembali ditunjuk Kementerian Sosial ( Kemensos ) sebagai mitra penyaluran beberapa jenis bantuan sosial ( bansos ). Khususnya bansos yang digunakan telah menjadi inisiatif berkelanjutan dari Kemensos yaitu Rencana Sembako juga Rencana Keluarga Harapan (PKH).
Kinerja Pos Indonesia pada menyalurkan bansos PKH dan juga Inisiatif Sembako kembali mencuri perhatian. Angka dari dashboard Pos Giro Cash (PGC) menunjukkan capaian luar biasa pada tahap triwulan pertama tahun 2025.
Satu hal yang tak dapat dinafikkan keberadaan lalu fungsinya adalah dengan digitalisasi yang mana telah lama dijalankan PosIND. Hal ini turut berperan di sukses dan juga lancarnya penyaluran bansos hingga ke area 3T (Terdepan, Tertinggal, Terpencil/terpelosok).
Direktur Bisnis Jasa Keuangan Pos Indonesia Haris menjelaskan keberhasilan ini tak lepas dari implementasi teknologi digital melalui dashboard PGC, yang tersebut juga diproyeksikan untuk meningkatkan transparansi lalu efisiensi. “Dengan adanya dashboard ini, kami dapat memantau proses penyaluran secara real-time, mulai dari distribusi logistik hingga konfirmasi penerimaan oleh masyarakat. Hal ini membantu kami mengambil langkah cepat apabila terjadi kendala di area lapangan,” katanya di siaran pers, Kamis (6/3/2025).
Selain sistem yang mumpuni, PosIND juga menjalankan strategi penyaluran melalui tiga metode. Ketiganya yakni dibagikan dalam Kantorpos, komunitas, lalu diantarkan secara langsung ke rumah KPM bagi merek yang sedang sakit, lansia, maupun disabilitas.
Metode pengantaran yang disebutkan menunjukkan fleksibilitas juga perhatikan PosIND terhadap penerima bansos yang memiliki keterbatasan fisik. “Kami ingin menjamin bahwa bantuan benar-benar sampai ke tangan yang tersebut membutuhkan,” jelasnya.
Dalam waktu 10 hari kerja, target penyaluran bansos pada berbagai wilayah berhasil direalisasikan dengan tingkat efisiensi serta akurasi yang dimaksud patut diacungi jempol. Kerja cepat yang tersebut dibukukan di data, yaitu 10 hari masa penyaluran serentak di tempat sebagian wilayah Indonesia di dalam tri wulan pertama 2025, realisasi bansos PKH sudah pernah mencapai 90% serta realisasi bansos sembako 80,89%. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen PosIND sebagai mitra pemerintah yang mana andal, khususnya pada pilar usaha fund disbursement.
PosIND mendapat alokasi dana bansos PKH Rp1,294 triliun untuk disalurkan untuk 1.792.933 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Berdasarkan data kinerja per 2 Maret 2025, realisasi penyaluran nasional sudah ada mencapai 90%.
Penyaluran bansos PKH yang dimaksud meliputi 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, 6.877 kecamatan, kemudian 57.435 desa. Menurut laporan PGC, nomor pencapaian penyaluran bansos di tempat beberapa kota mencapai lebih banyak dari 95% pada rentang waktu yang tersebut sangat singkat. Beberapa wilayah bahkan melampaui target dengan tingkat keberhasilan mendekati 100%.
Penyaluran dengan capaian yang mana tinggi terlaksana di dalam Aceh dengan capaian 94,40%, kemudian untuk realisasi capaian tingkat kabupaten tertinggi terlaksana di tempat Aceh Barat dengan capaian 75,47%. Untuk realisasi tingkat kecamatan bahkan ada yang digunakan telah dilakukan mencapai 100%, yaitu dalam Kecamatan 2×11 Enam Lingkuang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, serta Abeli.






