Driver Ojol Tuntut Dapat THR Setara UMP, Hal ini Respons Kemnaker

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli didampingi Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenzer meminta masuk demonstran yang menyelenggarakan aksi menuntut Tunjangan Hari Raya ( THR ) untuk driver ojol setara Upah Minimum Provinsi (UMP).
Dia menegaskan, pemerintah berjanji menciptakan lapangan kerja yang tersebut berkualitas, sebagaimana tertuang pada acara Asta Cita Presiden poin ke-3. Salah satu langkah konkret di mewujudkan hal yang disebutkan adalah meyakinkan setiap pekerja mendapatkan jaminan sosial, kepastian upah, kemudian kesejahteraan yang tersebut layak.
Menurutnya, isu kesejahteraan pengemudi online telah dilakukan menjadi salah satu prioritas Kemnaker sejak awal kepemimpinannya. Berbagai kajian telah terjadi dilakukan, termasuk diskusi dengan pakar lalu Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), guna memahami kebijakan di tempat negara lain terkait pekerja wadah digital.
Menaker menekankan pentingnya kepastian regulasi bagi pengemudi online agar kesejahteraan merekan bukan cuma bergantung pada THR, tetapi juga mencakup pemeliharaan dan juga hak-hak lainnya.
“THR itu budaya kita. Saya mampu membayangkan, di dalam akhir Ramadan, anak nanya terhadap ayahnya, ‘THR Bapak mana?’ itu pasti kita rasakan. Ini adalah adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Menaker dihadapan para driver Ojol, Awal Minggu (17/2/2025).
Menaker juga menyoroti pentingnya keberpihakan pengusaha perusahaan terhadap pengemudi online. Pengalaman pribadinya sebagai pengguna layanan transportasi online, dan juga latar belakang Wamenaker yang digunakan pernah menjadi pengemudi online memberikan perspektif yang lebih tinggi mendalam pada memahami aspirasi pekerja di area sektor ini.
“Kita kombinasi yang sanggup memahami aspirasi pengemudi online. THR itu adalah kebudayaan. Ini adalah pertimbangannya, pertama, ayo kita sama-sama diskusi bahwa ini tidak kesulitan apa-apa, tapi ini adalah bentuk keberpihakan pengusaha perusahaan untuk pengemudi online,” ucapnya.
Menaker memohon semua pihak untuk bersabar akibat pihaknya sedang menyelesaikan finalisasi regulasi terkait THR bagi pengemudi online pada beberapa hari ke depan. Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin menjamin kesejahteraan pekerja, mendapatkan perhatian dari pengusaha, juga menciptakan hubungan industrial yang mana saling menguntungkan.
“Jadi ini adalah yang dimaksud kita inginkan bagaimana peluang THR ini kita jadikan sebagai kesempatan untuk mendirikan kerja mirip yang tersebut lebih besar baik antara pelaku bisnis sistem juga teman-teman driver,” ujarnya.






