Trump Luncurkan Serangan Besar-besaran terhadap Houthi

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) meluncurkan operasi militer besar terhadap militan Houthi yang tersebut bermarkas di tempat Yaman. Itu diungkapkan Presiden Donald Trump.
Upaya yang dimaksud melibatkan serangan udara terhadap “pangkalan, pemimpin, juga pertahanan rudal” mereka, katanya, seraya menambahkan bahwa hal itu ditujukan untuk memulihkan kebebasan navigasi dalam perairan yang berdekatan.
Dalam sebuah pernyataan dalam Truth Social, Trump menuduh Houthi melancarkan “kampanye pembajakan, kekerasan, kemudian terorisme yang mana tak henti-hentinya terhadap kapal, pesawat, lalu pesawat nirawak Amerika, kemudian lainnya.”
Menurut presiden, militan telah terjadi menghalangi navigasi komersial internasional di dalam Terusan Suez, Laut Merah, dan juga Teluk Aden.
Baca Juga: Proposal Mesir untuk Kawasan Gaza 2030 Persatukan Negara-negara Arab
“Sudah lebih besar dari setahun sejak kapal komersial berbendera Amerika Serikat berlayar dengan selamat,” kata Trump serta menuntut Houthi menghentikan serangan mereka. “Jika tidak, neraka akan menghujani [para militan] seperti yang tersebut belum pernah Anda lihat sebelumnya,” ia memperingatkan.
Presiden juga mengingatkan Iran agar tidaklah memberikan dukungan apa pun untuk kelompok yang tersebut bermarkas di area Yaman atau “mengancam” AS. “Dukungan untuk teroris Houthi harus segera diakhiri,” tulisnya, seraya menambahkan bahwa apabila tidak, Negeri Paman Sam akan memohon Iran “sepenuhnya bertanggung jawab dan, kami tiada akan bersikap baik tentang hal itu.”
Gerakan Ansar Allah, yang digunakan umumnya dikenal sebagai Houthi, telah terjadi menguasai sebagian besar Yaman yang dilanda pertempuran sejak pertengahan 2010-an. Komunitas Syiah yang mana didukung Iran yang disebutkan telah terjadi berusaha mencapai kapal dagang kemudian menembakkan rudal balistik ke negeri Israel sebagai mengkritik terhadap peperangan pada Gaza. AS, Inggris, dan juga negara Israel telah terjadi menanggapinya dengan mengebom lokasi militer dan juga infrastruktur yang mana terkait dengan Houthi di dalam Yaman.
Pada bulan Januari, pemerintahan Trump kembali menetapkan Houthi sebagai kelompok teroris. Tim yang disebutkan telah terjadi menembakkan rudal ke kapal pertempuran Amerika Serikat “puluhan kali” juga meluncurkan “lebih dari 300 proyektil” ke tanah Israel sejak 2023, kata perintah eksekutif yang digunakan ditandatangani oleh Trump.






