Rieke Diah Pitaloka Tagih Negara Bayar Ganti Rugi Tanah Mat Solar Rp3,3 Miliar

JAKARTA – Rieke Diah Pitaloka menagih negara untuk segera membayar ganti merugikan tanah milik Mat Solar senilai Rp3,3 miliar yang belum cair sejak 2019. Sebagai sahabat, Rieke menegaskan bahwa hak sang artis dan juga keluarganya harus segera dipenuhi.
Rieke memohonkan negara bertanggung jawab serta menyelesaikan polemik sengketa tanah ini agar keadilan bagi Mat Solar serta ahli warisnya dapat terwujud. Karena itu, sebagai anggota DPR RI Komisi VI, ia berikrar untuk terus mengawal tindakan hukum ini, sekaligus menepati janinya terhadap Mat Solar.
Pada kesempatan yang digunakan sama, Rieke dengan tegas menyampaikan bahwa negara seharusnya hadir pada menyelesaikan permasalahan sengketa tanah yang menyeret Mat Solar.
“Sekali lagi mohon doanya, akibat ini adalah hak almarhum dan juga ahli warisnya. mudah-mudahan negara hadir. Bayar utangnya ke Bang Juri. Beresin sengketa yang digunakan dianggap sengketa itu bereskan gitu,” kata Rieke di tempat TPU Daiman Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (18/3/2025).

Foto/Instagram Rieke Diah Pitaloka
Diketahui, sengketa tanah yang dimaksud melibatkan keluarga Mat Solar ini telah terjadi berlangsung selama bertahun-tahun. Pada Oktober 2024, anak bintang sinetron Bajaj Bajuri itu, Idham Aulia, mengungkapkan bahwa tanah yang dimaksud sebelumnya telah lama dijual melalui mekanisme konsinyasi.
Namun, hingga ketika ini, PT Cinere Serpong Jaya (CSJ), operator Jalan Tol Serpong-Cinere yang dimaksud juga merupakan anak bisnis PT Jasa Marga (Persero), mengklaim bahwa dana ganti merugikan yang disebutkan sudah pernah dititipkan pada pengadilan sejak 2019 juga belum dicairkan.
Bahkan, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Kementerian Keuangan mengakui bahwa pemerintah memang sebenarnya belum melakukan pembayaran ganti untung untuk pemilik nama asli Nasrullah tersebut.
Menurut Rieke, tanah yang dipermasalahkan ini tidak sekadar aset bagi sahabatnya, tetapi mempunyai nilai sentimental yang mana mendalam. Di tanah tersebut, Mat Solar rutin menghabiskan waktu untuk menulis juga merenung pasca pulang syuting, menikmati ketenangan yang mana semata-mata bisa saja ia dapatkan pada tempat itu.





