Rayakan Hari Raya Yahudi Purim, Tentara tanah Israel Lakukan Tembakan secara Acak di area Wilayah Gaza

GAZA – Sebuah video yang tersebut beredar di tempat media sosial diduga menunjukkan tentara negara Israel dalam Kawasan Gaza melegakan tembakan “tanpa alasan serta tanpa perintah militer” pada waktu merayakan hari raya Yahudi Purim.
Stasiun televisi rakyat negara Israel KAN melaporkan, pribadi komandan batalion terlihat sedang membaca sebuah bagian dari Taurat sambil mengenakan topi badut, sebelum tentara lain mulai menembaki secara acak.
Para tentara, yang dimaksud diidentifikasi sebagai anggota Batalyon 7015, telah terjadi dituduh melanggar “aturan keterlibatan kemudian disiplin militer.”
Sumber militer negeri Israel menyatakan insiden yang disebutkan “mencerminkan pelanggaran disiplin militer kemudian pengabaian terhadap peraturan dan juga aturan keterlibatan.”
Pimpinan militer memutuskan untuk mencopot beberapa tentara dari jabatan mereka kemudian mengambil tindakan disiplin setelahnya rekaman yang dimaksud menjadi viral.
Baca Juga: Proposal Mesir untuk Kawasan Gaza 2030 Persatukan Negara-negara Arab
Sejak militer negara Israel melancarkan serangannya ke Wilayah Gaza pada Oktober 2023, tentara negara Israel sudah pernah mengunggah sejumlah video yang mana menunjukkan tindakan penghancuran, termasuk pembongkaran bangunan serta rumah, juga adegan tentara mengejek juga merusak properti Palestina di tempat pada rumah merekan yang hancur.
Tahap pertama kesepakatan yang mana berlangsung selama enam minggu berakhir pada awal Maret, tetapi negara Israel menolak untuk melanjutkan tahap kedua, yang dimaksud mencakup pertukaran tawanan lebih lanjut lanjut dengan Hamas.
Perdana Menteri negara Israel Benjamin Netanyahu telah terjadi menunda negosiasi untuk tahap kedua, kemudian malah berjuang menambah masa berlaku periode pertukaran tawanan awal untuk mengamankan pembebasan lebih besar berbagai tawanan tanah Israel tanpa memenuhi kewajiban militer juga kemanusiaan yang mana ditetapkan pada perjanjian tersebut.
Namun, kelompok Hamas telah lama berulang kali menegaskan kembali komitmennya terhadap gencatan senjata, mendesak para mediator untuk menegakkan kepatuhan tanah Israel kemudian segera memulai negosiasi untuk bergerak maju.
Lebih dari 48.500 warga Palestina, sebagian besar dari merek adalah wanita serta anak-anak, sudah pernah tewas pada serangan tanah Israel pada Kawasan Gaza sejak Oktober 2023. Kampanye militer telah terjadi menghancurkan wilayah kantong itu.






