Negeri Matahari Terbit tampik tudingan Amerika Serikat terkait manipulasi mata uang

Tokyo – Menteri Keuangan Negeri Sakura Katsunobu Kato pada Selasa (4/3) menampik klaim manipulasi mata uang setelahnya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuding negara itu sengaja mengarahkan pelemahan yen.
Berbicara di sebuah konferensi pers usai rapat kabinet, Kato menekankan bahwa Negeri Matahari Terbit tiada mengambil langkah untuk mengurangi kekuatan mata uangnya, sembari menunjukkan bahwa intervensi valuta asing yang dijalankan oleh negara itu sebelumnya pada 2022 juga 2023 ditujukan untuk mengoreksi depresiasi yen yang digunakan eksesif alih-alih memanipulasi mata uang tersebut.
Dia menegaskan kembali komitmen Jepun terhadap stabilitas bursa kemudian mematuhi prinsip-prinsip yang dimaksud sudah pernah disepakati oleh Komunitas Tujuh (Group of Seven/G7) terkait nilai tukar mata uang.
Dalam konferensi pers terpisah, Kepala Sekretaris Kabinet Negeri Matahari Terbit Yoshimasa Hayashi menyuarakan hal yang mana sejenis dengan pernyataan Kato, menekankan bahwa Negeri Sakura tiada menerapkan kebijakan pelemahan yen.
Dia mengutip komentar Pertama Menteri Negeri Sakura Shigeru Ishiba usai konferensi tingkat tinggi (KTT) AS-Jepang baru-baru ini, di area mana Ishiba berjanji melanjutkan koordinasi yang digunakan erat terkait permasalahan mata uang antara otoritas keuangan Negeri Sakura kemudian AS.
Dipicu oleh tudingan Trump, pangsa valuta asing Tokyo mencatatkan penguatan yen pada Selasa, dengan nilai tukarnya sempat menyentuh level pertengahan 148 yen (1 yen = Rp110) per dolar Negeri Paman Sam pada pagi hari.






