Bisnis

Keluh Kesah Pengusaha usai Prabowo Ingin Hemat Anggaran Rp306 Ribu Miliar

JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Indonesia ( Apindo ) menilai pemangkasan anggaran yang digunakan diadakan oleh Kementerian/Lembaga di tempat pemerintah pusat maupun wilayah akan berdampak buruk terhadap pendapatan.

Ketua Area Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam mengatakan, efisiensianggaran pemerintahan Pusat dan juga Daerah berimbas pada berkurangnya belanja pemerintah untuk para pelaku usaha. Terutama di dalam sektor industri, jasa, serta proses pembuatan yang tersebut diperkirakan paling terdampak akibat efisiensi tersebut.

“Efisiensi pasti mempengaruhi government spending khususnya belanja pemerintah termasuk hotel kemudian sebagainya. Tinggal kita lihat penghematan yang disebutkan akan dialokasikan kemana,” ucapannya pada waktu dihubungi MNC Portal, Hari Senin (10/1/2025).

Bob Azam berharap penghematan anggaran yang dimaksud dilaksanakan kabinet Prabowo – Gibran ini tidak semata-mata mengempiskan belanja Pemerintah. Karena menurutnya belanja pemerintah memiliki peran di menopang peningkatan ekonomi nasional.

“Salah satu unsur pada peningkatan dunia usaha adalah government spending. Tapi kalau toh dilaksanakan penghematan, kita berharap bukanlah pengurangan belanja, tapi relokasi belanja ke tempat yang digunakan dapat menciptakan multiplier efek terhadap dunia usaha kita,” tambahnya.

Dihubungi secara terpisah, Sekretaris PHRI Bali, Perry Markus menambahkan, ceruk pangsa industri perhotelan sendiri sekitar 40% dari instansi pemerintah area atau pusat. Terutama untuk hotel-hotel yang dimaksud sekaligus miliki prasarana MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

Karena menurutnya, acara-acara yang mana menggunakan ballroom biasanya para tamu sekaligus menyewa kamar hotel selama acara berlangsung. Acara yang disebutkan yang biasanya berbagai datang dari Pemerintah.

“Kalau hotel itu sekitar 40% dari Pemerintah, teristimewa kalau pada area atau di tempat luar Bali lah paling tidak. Kalau Bali sendiri kelihatannya masih dapat terbantu oleh aktivitas wisata,” kata Perry.

Perry menambahkan, ketika ini pengusaha perusahaan di dalam sektor bisnis hotel sedang menyusun strategi ulang untuk menyikapi adanya pemotongan anggaran di dalam pemerintahan Pusat maupun Daerah. Harapannya, pemangkasan anggaran ini tiada sampai menimbulkan pendapatan hotel mengecil hingga berdampak lebih besar sangat jauh pada PHK.

“Kita ketika ini sedang mencari strategi baru, kita masih berharap untuk menampung kegiatan-kegiatan pernikahan, acara dari perusahaan swasta, dan juga lainnya. Kita berharap efisiensi tiada merembet pada permasalahan ketenagakerjaan,” pungkas Perry.

Related Articles

Back to top button