Hal ini beliau sederet kegunaan intermittent fasting

DKI Jakarta – Intermittent fasting (IF) merupakan metode pola makan yang mana semakin populer akibat berbagai manfaatnya bagi kesehatan. Metode ini tidak sekadar diet biasa, tetapi lebih tinggi terhadap pengaturan waktu makan kemudian puasa pada periode tertentu.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa intermittent fasting dapat memberikan dampak positif bagi tubuh, mulai dari penurunan berat badan hingga peningkatan fungsi otak.
Pada artikel kali ini, Antara News akan mengkaji secara lengkap khasiat intermittent fasting juga bagaimana cara menjalankannya dengan benar.
Manfaat intermittent fasting untuk kesehatan
1.Membantu penurunan berat badan
Salah satu alasan utama sejumlah orang menerapkan intermittent fasting adalah untuk menurunkan berat badan. Dengan membatasi jendela waktu makan, seseorang cenderung menurunkan asupan kalori secara alami. Selain itu, pada waktu berpuasa, tubuh akan beralih ke mode pembakaran lemak sebagai sumber energi utama, yang digunakan membantu di proses penurunan berat badan secara efektif.
2. Menguatkan sensitivitas insulin
Intermittent fasting terbukti dapat meningkatkan sensitivitas insulin, yang mana sangat bermanfaat bagi individu dengan prediabetes atau penyakit gula tipe 2. Dengan meningkatnya sensitivitas insulin, tubuh lebih lanjut efisien di mengatur kadar gula darah, sehingga dapat menghurangi risiko lonjakan gula darah yang digunakan berbahaya.
3. Menguatkan kemampuan fisik jantung
Beberapa studi menunjukkan bahwa intermittent fasting dapat membantu menurunkan faktor risiko penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi, kadar lipid jahat (LDL), juga peradangan pada tubuh. Dengan pola makan yang digunakan lebih tinggi teratur juga seimbang, kemampuan fisik jantung dapat terjaga tambahan baik.
4. Mengoptimalkan fungsi otak juga menjaga dari penyakit neurodegeneratif
Intermittent fasting diketahui dapat merangsang produksi brain-derived neurotrophic factor (BDNF), yaitu protein yang digunakan mengupayakan peningkatan juga kelangsungan hidup sel-sel otak. Hal ini berkontribusi pada peningkatan kognitif juga dapat membantu melindungi otak dari risiko penyakit seperti Alzheimer dan juga Parkinson.
5. Mengurangi Risiko Kanker
Meskipun penelitian pada manusia masih pada tahap awal, beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa intermittent fasting dapat membantu menghambat perkembangan sel kanker. Hal ini diduga berkaitan dengan penurunan stres oksidatif dan juga peradangan pada tubuh.
Metode Intermittent Fasting yang dimaksud Populer
Ada beberapa metode intermittent fasting yang digunakan dapat dipilih sesuai dengan permintaan juga kenyamanan masing-masing individu:
- Metode 16/8: Berpuasa selama 16 jam juga makan pada jendela waktu 8 jam.
- Puasa 5:2: Makan secara normal selama lima hari pada seminggu juga membatasi asupan kalori sekitar 500-600 kalori pada dua hari non-konsekutif.
- Eat-stop-eat: Berpuasa selama 24 jam sekali atau dua kali di seminggu.
- One meal a day (OMAD): Hanya makan satu kali pada sehari.
- Alternate day fasting: Berpuasa selama 36 jam lalu makan normal setelahnya.
- Warrior diet: Berpuasa selama 20 jam kemudian makan di jendela waktu 4 jam.
Tips sukses pada menjalani intermittent fasting
- Mulai dengan metode 16/8 untuk pemula agar tubuh dapat beradaptasi dengan pola puasa.
- Menjaga hidrasi tubuh dengan berbagai minum air putih atau minuman bebas kalori seperti teh serta kopi tanpa gula.
- Mengonsumsi makanan yang tersebut mengenyangkan, seperti buah serta sayuran tinggi serat untuk mengempiskan rasa lapar pada waktu berpuasa.
- Menggunakan bumbu alami pada masakan agar tetap memperlihatkan mendapatkan cita rasa tanpa tambahan kalori yang mana berlebihan.
- Memilih makanan padat gizi agar tubuh tetap memperlihatkan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.
- Mengelola stres kemudian tetap saja santai agar tubuh tak mengalami stres akibat pembaharuan pola makan.
Apakah intermittent fasting berbahaya?
Secara umum, intermittent fasting aman diadakan oleh orang sehat. Namun, ada beberapa kelompok yang dimaksud disarankan untuk bukan menjalankan metode ini, seperti:
- Anak-anak pada masa pertumbuhan
- Ibu hamil kemudian menyusui
- Atlet dengan acara latihan intensif
- Penderita penyakit tertentu seperti penyakit gula tipe 1, gangguan makan (anoreksia dan juga bulimia), asam urat, lalu hipoglikemia
Intermittent fasting bukanlah sekadar tren, tetapi metode yang tersebut mempunyai berbagai khasiat bagi kesehatan, mulai dari penurunan berat badan, peningkatan sensitivitas insulin, kondisi tubuh jantung, hingga proteksi otak.
Lewat pemilihan metode yang sesuai juga menjaga pola makan yang dimaksud sehat, intermittent fasting dapat menjadi gaya hidup yang bermanfaat pada jangka panjang.
Namun, sebelum menjalankannya, pastikan untuk mempertimbangkan kondisi kemampuan fisik pribadi juga berkonsultasi dengan tenaga medis jikalau diperlukan.






