Hacker Jahil Berulah, Maskapai Japan Airlines Jadi Korban: Sistem Lumpuh, Penerbangan Ditunda

JEPANG – Japan Airlines (JAL) mengungkapkan pada Kamis pagi bahwa sistem merek sudah menjadi target serangan siber. Dampaknya parah: terjadi penundaan penerbangan domestik juga internasional di dalam bandara-bandara dalam seluruh negeri.
JAL mengidentifikasi sumber kegagalan sistem pada pukul 8:56 pagi, lalu sistem merek tampaknya telah terjadi kembali normal setelahnya router yang mana diyakini menyebabkan gangguan dimatikan sementara.
Penjualan tiket yang tersebut ditangguhkan untuk penerbangan domestik kemudian internasional dilanjutkan sekitar pukul 14:00.
“Kami sangat memohon maaf menghadapi ketidaknyamanan yang digunakan ditimbulkan,” tulis maskapai itu di tempat X.
Penumpang pada Bandara Haneda Tokyo dibuat bingung oleh penundaan penerbangan.
Katsumi Sakamoto, 61, seharusnya naik penerbangan pukul 14:00 ke Asahikawa di area Hokkaido. Tapi beliau mendadak menerima pemberitahuan penundaan penerbangan dari JAL tanpa penjelasan apa pun, lalu masih mencoba mencari tahu kapan penerbangannya akan benar-benar berangkat.
“Tidak ada komunikasi kecuali pemberitahuan notifikasi di dalam ponsel saya,” kata Sakamoto, menunjukkan halaman reservasi online-nya.
“Ketika saya mengawasi menu reservasi, tertulis, ‘Kami memiliki informasi tentang tanggal reservasi Anda. Silakan periksa detailnya di tempat sini.’ Ketika saya benar-benar mengetuknya, tidak ada ada penjelasan yang digunakan diberikan. Penerbangannya tercantum, tapi hanya sekali itu saja,” katanya.

Layar besar di area Bandara Haneda menunjukkan penerbangan Japan Airlines ditunda pada hari Kamis. Foto: AFP/Francis Tang
Kepala Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi pada hari Kamis menyatakan bahwa kementerian transportasi telah lama mendesak JAL untuk melakukan yang mana terbaik untuk memulihkan sistem lalu untuk menanggapi penumpang yang dimaksud terkena dampak, sejumlah dalam antaranya kemungkinan adalah pelancong liburan.






