Lifestyle

Cara mengatasi hipotermia ketika di area gunung

Ibukota Indonesia – Mendaki gunung adalah aktivitas yang digunakan menantang sekaligus menyenangkan. Namun, di tempat balik keindahan alam pegunungan, terdapat risiko yang tersebut perlu diwaspadai, salah satunya adalah hipotermia.

Hipotermia terjadi ketika suhu tubuh turun di dalam bawah 35 derajat Celcius, yang tersebut dapat berakibat fatal apabila tidaklah segera ditangani dengan baik. Oleh akibat itu, penting bagi para pendaki untuk mengetahui cara mencegah, mengenali gejala, kemudian menangani hipotermia pada waktu berada pada gunung.

Penyebab hipotermia di dalam gunung

Hipotermia umumnya terjadi akibat:

  • Paparan suhu dingin pada waktu lama: Cuaca yang dimaksud dingin, hujan, serta angin kencang meningkatkan risiko kehilangan panas tubuh.
  • Pakaian yang mana tidak ada sesuai: Pakaian berbahan katun dapat menerima keringat dan juga menciptakan tubuh semakin dingin.
  • Kurangnya asupan makanan juga cairan: Tubuh membutuhkan energi untuk menciptakan panas. Oleh akibat itu, dehidrasi juga kurangnya asupan makanan dapat mempercepat penurunan suhu tubuh.
  • Kurangnya perencanaan: Tidak menyebabkan pakaian tambahan, perlengkapan penghangat, atau makanan yang digunakan cukup.
  • Cedera atau kelelahan: Cedera atau kondisi tubuh yang mana lemah dapat mempercepat terjadinya hipotermia.

Gejala hipotermia

1. Ciri hipotermia ringan:

  • Menggigil
  • Sulit berbicara dengan jelas
  • Koordinasi tubuh terganggu (terlihat dari cara berjalan yang tersebut tiada stabil)
  • Perubahan perilaku, seperti menjadi tambahan pendiam

2. Tanda hipotermia berat:

  • Tubuh tidak ada lagi menggigil
  • Kebingungan lalu halusinasi
  • Kehilangan kesadaran
  • Paradoxical undressing (melepas pakaian meskipun kedinginan)

Cara menghindari hipotermia ketika di area gunung

Frasa yang digunakan berbunyi "Mencegah tambahan baik daripada mengobati" tentu benar adanya pada situasi yang memungkinkan terjadinya hal buruk, seperti hipotermia. Berikut langkah-langkah pencegahan hipotermia pada waktu mendaki gunung:

  • Gunakan pakaian yang tersebut sesuai: Kenakan pakaian berbahan sintetis atau wol yang digunakan dapat menjaga suhu tubuh meskipun basah.
  • Terapkan sistem berlapis (layering): Gunakan pakaian pada untuk mengangkat keringat, lapisan berada dalam sebagai isolasi, serta lapisan luar yang digunakan tahan angin dan juga air.
  • Bawa perlengkapan tambahan: Selalu bawa jaket cadangan, sarung tangan, kaus kaki kering, dan juga sleeping bag untuk menjaga kehangatan.
  • Konsumsi makanan serta minuman yang cukup: Perbanyak asupan kalori lalu cairan untuk menjaga metabolisme tubuh tetap memperlihatkan aktif.
  • Hindari beristirahat terlalu lama di tempat tempat terbuka: Pilih tempat yang digunakan terlindung dari angin kemudian gunakan alas agar tubuh tiada bersentuhan secara langsung dengan tanah yang dingin.
  • Selalu cek prakiraan cuaca sebelum mendaki: Hindari pendakian apabila kondisi cuaca ekstrem.

Cara mengatasi hipotermia pada waktu di dalam Gunung

Jika seseorang mengalami hipotermia pada waktu di tempat gunung, segera lakukan langkah-langkah berikut:

Penanganan hipotermia ringan:

  • Pindahkan ke tempat yang digunakan lebih banyak hangat: Carilah tempat berlindung untuk terhindar dari angin kemudian hujan.
  • Ganti pakaian basah: Segera lepaskan pakaian yang dimaksud lembap atau basah serta ganti dengan pakaian kering.
  • Gunakan sumber panas: Nyalakan api unggun atau gunakan botol berisi air hangat untuk menghangatkan tubuh.
  • Minum minuman hangat: Hindari minuman beralkohol sebab dapat memperburuk kondisi.
  • Lakukan kontak tubuh: Jika memungkinkan, lakukan kontak tubuh dengan orang lain untuk mentransfer panas.

Penanganan hipotermia berat:

Jika seseorang mengalami hipotermia berat, lakukan langkah berikut dengan hati-hati:

  • Hindari aksi berlebihan: Jangan memijat atau menggosok tubuh penderita sebab dapat menyebabkan komplikasi serius.
  • Jaga suhu tubuh secara perlahan: Bungkus tubuh dengan selimut hangat tanpa memberikan panas yang digunakan berlebihan secara tiba-tiba.
  • Segera cari bantuan medis: Hipotermia berat merupakan kondisi darurat yang digunakan memerlukan pertolongan medis secepatnya.

Hipotermia adalah kondisi serius yang digunakan bisa saja terjadi pada waktu mendaki gunung, teristimewa pada cuaca dingin juga basah. Pencegahan adalah langkah terbaik untuk menghindari hipotermia, dengan cara mengenakan pakaian yang tepat, mengonsumsi makanan yang tersebut cukup, lalu selalu mengakibatkan perlengkapan yang tersebut memadai.

Jika terjadi hipotermia, segera lakukan pertolongan pertama dengan menghangatkan tubuh secara bertahap juga mencari bantuan medis apabila kondisi semakin parah.

Related Articles

Back to top button