Belanja Online Naik, Bisnis Layanan Fulfillment Tumbuh Double Digit pada 2024

JAKARTA – Oxygen Commerce menyeberangi tahun 2024 dengan pencapaian kinerja yang dimaksud cukup positif, dimana perusahaan berhasil meraih perkembangan perusahaan double digit jikalau dibandingkan tahun 2023. VP Corporate Development Oxygen Commerce, Regan Dwinanda mengatakan, perkembangan industri yang dimaksud diraih tahun lalu didorong oleh kenaikan permintaan barang dari proses e-commerce .
Oxygen Commerce adalah perusahaan yang tersebut menawarkan layanan fulfillment terintegrasi untuk menyokong keberlangsungan kegiatan bisnis e-commerce dalam Indonesia, layanan yang ditawarkan mulai dari proses penerimaan, penyimpanan serta pengiriman barang sampai ke konsumen.
“Pertumbuhan usaha kami sangat tergantung pada kegiatan e-commerce, apabila terjadi kenaikan belanja online maka secara otomatis akan mempengaruhi usaha layanan fulfillment,” ujar Regan.
Sebagai informasi di pengelolaan bisnis, fulfilment merujuk pada layanan menyeluruh yang dimaksud melibatkan pemrosesan pesanan dari gudang penyimpanan untuk pelanggan. Rangkaian proses fulfillment dimulai dari penerimaan hingga pengiriman barang ke alamat penerima sesuai permintaan
Produk atau jenis barang yang digunakan mengalami kenaikan permintaan pada sepanjang tahun 2024 adalah hasil consumer goods, skin care, juga kosmetik. Saat ini Oxygen Commerce melayani tambahan dari 30 bergerak customer dengan ribuan
brand, alasan utama merek memilih Oxygen Commerce adalah kepercayaan dan juga kenyamanan.
Selain itu, juga sudah ada berpengalaman di menangani jumlah agregat pesanan yang digunakan mencapai beratus-ratus ribu di satu hari kerja bahkan mencapai jutaan order pada satu bulan juga ditangani secara maksimal.
“Saat ini di area Fullfilment Center kami ada lebih banyak dari 9.000 merk item dengan total jumlah agregat lebih banyak dari 5.000.000 pcs produk. Barangnya sangat beragam, mulai dari consumer goods, audio mobil, velg motor, sanitary, alat masak, skincare, alat kebersihan, semua dikelola dengan baik serta profesional untuk menjamin kepuasan konsumen,” ungkap dia.
Kementerian Perdagangan mencatatkan data operasi e-commerce pada tahun 2023 mencapai bilangan bulat Rp453 triliun sedangkan pada tahun 2024, angkanya telah menyentuh Rp487 triliun.
Pengembangan Bisnis Baru pada 2025
Oxygen Commerce telah lama meluncurkan satu layanan terbaru, yaitu layanan pengelolaan gudang bagi pelaku perusahaan ecommerce. Layanan ini dirancang untuk membantu para pelaku industri di menjalankan kegiatan operasional harian.
“Banyak para pelaku industri ecommerce yang digunakan telah memiliki gudang namun tak dikelola dengan optimal. Kebetulan kami memiliki sistem dan juga juga kelompok yang dimaksud sudah ada terbukti mampu menangani operasional gudang hingga jutaan order. Kami berharap layanan baru ini dapat mengupayakan peningkatan usaha merek sekaligus meningkatkan kekuatan sikap kami sebagai mitra e-commerce yang handal,” jelas Regan.





