Apkasi Dorong eksekutif Daerah Optimalkan Potensial Sektor Bisnis Lokal

JAKARTA – Asosiasi otoritas Wilayah Seluruh Indonesia (Apkasi) dengan Koalisi Perekonomian Membumi (KEM) memberikan pendampingan intensif terhadap pemerintah wilayah untuk menyusun dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang digunakan mencakup strategi pengembangan komoditas lestari.
Direktur Eksekutif Apkasi, Sarman Simanjorang, menegaskan pentingnya peluang penyusunan RPJMD 2025-2029 sesuai visi Indonesia Emas 2045 sebagai negara yang digunakan berdaulat, maju, juga berkelanjutan. “Ini saatnya pemerintah tempat merumuskan sasaran, tujuan, dan juga kegiatan yang menggalang keberlanjutan sesuai prospek lokal,” ujar beliau di keterangan tertulis, Kamis (23/1/2025).
Pendampingan yang dimaksud dijalankan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pengembangunan Komoditas Lestari serta Rancangan Awal RPJMD yang dimaksud dilaksanakan di area Jakarta, baru-baru ini. Sebanyak 85 peserta, perwakilan dari dinas teknis dan juga Bappeda di tempat 29 kabupaten yang tersebut tersebar di area Sumatera, Kalimantan, Jawa-Bali, Sulawesi, kemudian Maluku hadir pada Bimtek ini.
Peserta dari dinas teknis dalam 15 kabupaten fokus pada pengembangan strategi komoditas lestari. Bimtek ini juga melibatkan berbagai pihak seperti Krealogi, Systemiq, Madani Berkelanjutan, lalu akademisi Universitas Diponegoro sebagai fasilitator.
Dengan menggunakan pendekatan Value Chain Collaborator Canvas (VC3), kontestan diajak untuk memetakan prospek komoditas lestari di area tempat masing-masing, mulai dari hulu hingga hilir. Para kontestan belajar mengidentifikasi komoditas ramah lingkungan berbasis kearifan lokal yang dimaksud mampu menggalang keberlanjutan ekologis kemudian ekonomi. Mereka juga dibekali kemampuan menganalisis tantangan di tempat tingkat produksi, pengolahan, dan juga pasar, dan juga merumuskan solusi yang tersebut melibatkan kolaborasi di rantai nilai.
Perwakilan dari Dinas Tanaman Pangan Kota Bogor, Nurhasanah menyatakan Bimtek ini relevan untuk menggali prospek komoditas daerah. “Ini langkah penting untuk menggalang perekonomian lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Hartoyo dari Bappeda Kota Musi Rawas. Ia berharap, pengembangan komoditas lestari dapat menggalakkan peningkatan ekonomi, melindungi sistem ekologi kemudian mempercepat perkembangan area yang mana berkelanjutan. KEM berharap hasil dari Serial Bimtek ini dapat menjadi fondasi bagi implementasi bioekonomi yang mana dikelola secara bertanggung jawab dalam tingkat daerah.
“Dengan integrasi strategi komoditas lestari ke di dokumen RPJMD, diharapkan tercipta sistem ekologi konstruksi yang mana inklusif, bijak, lalu berkelanjutan, sekaligus menyokong target Indonesia di RPJP,” tutup Sarman.






