6 Fakta Misi Rusia ketika Menggelar KTT BRICS pada Kazan

JAKARTA – Rusia akan menjadi tuan rumah pada waktu menyelenggarakan konferensi puncak para pemimpin BRICS pada pekan depan. KTT BRICS akan digunakan Rusia untuk mencari dukungan untuk mengalami sanksi Barat yang digunakan terus diperluas.
Rusia menyatakan acara itu akan dihadiri oleh para pemimpin dari Brasil, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran lalu UEA, serta Arab Saudi – yang digunakan telah lama diundang untuk bergabung – . Namun kabarnya Arab Saudi akan diwakili oleh menteri luar negerinya.
BRICS yang tersebut mengakili sekitar sepertiga dari output kegiatan ekonomi global, cari kesempatan Rusia buat melawan sanksi Barat yang dimaksud belum pernah terjadi sebelumnya sebagai respons berhadapan dengan pertempuran Ukraina. Diyakini Rusia sudah menyiapkan beberapa proposal untuk mencari dukungan ketika KTT BRICS.
Fakta-fakta beberapa proposal yang tersebut akan diajukan Rusia pada waktu KTT BRICS:
1. Inisiatif Pembayaran Lintas Batas BRICS
Sistem pembayaran alternatif pada mata uang BRICS yang tersebut akan mencakup sistem arahan baru dan juga jaringan bank komersial nasional yang tersebut terhubung satu serupa lain melalui bank sentral BRICS. Hal ini akan menghilangkan permintaan untuk menukar mata uang lokal melalui dolar AS.
Sistem ini diyakini kebal terhadap tekanan eksternal serta akan menggunakan teknologi blockchain untuk menyimpan lalu mentransfer token digital, yang mana didukung oleh mata uang nasional, untuk membuatnya lebih besar aman juga menurunkan biaya transaksi.
Tujuannya adalah untuk menjaga arus perdagangan antar negara anggota BRICS berjalan lancar, bahkan apabila satu atau lebih besar anggota ditolak akses ke sistem keuangan internasional.
2. BRICS Clear
Infrastruktur operasi lalu penyimpanan internasional yang dimaksud menurut Rusia akan meningkatkan perdagangan lintas batas pada sekuritas nasional. Idenya adalah memungkinkan semua anggota mempertahankan akses penuh ke bursa keuangan BRICS, bahkan apabila dia terputus dari infrastruktur keuangan Barat.
3. Reasuransi BRICS
Proposalnya adalah untuk mendirikan perusahaan reasuransi BRICS, sehingga memungkinkan pengiriman barang lalu komoditas utama tanpa gangguan antar anggota jikalau perusahaan reasuransi Barat, yang mana mendominasi perdagangan internasional, menolak untuk memberikan layanan mereka.
Masalah ini sangat relevan dengan Rusia oleh sebab itu negara-negara Barat sejak 2022 telah dilakukan menerapkan pembatasan tarif minyaknya, juga memblokir akses ke layanan pengiriman serta asuransi Barat jikalau minyak dijual lebih lanjut mahal dari patokan tarif USD60 per barel.
4. Dana Cadangan Anggota BRICS
Fasilitas keuangan internasional yang mana ditujukan untuk menggalang negara-negara anggota selama krisis dunia usaha yang akan berfungsi sebagai alternatif pendanaan dari Dana Moneter Internasional (IMF).
5. Bursa Perdagangan Biji-bijian BRICS
Proposal yang disebutkan menyerukan pembentukan platform digital perdagangan untuk biji-bijian serta komoditas utama lainnya, dengan agen penetapan nilai terkait yang tersebut akan menyediakan data tarif lalu analitik pasar. Saat ini, tarif internasional untuk komoditas utama ditetapkan oleh bursa Barat.
6. Kerja Sama Pemeringkat Kredit
Komunikasi yang dimaksud lebih banyak baik lalu berbagi pengalaman antara lembaga pemeringkat kredit negara-negara anggota, dengan penyelenggaraan kecerdasan buatan untuk membantu menghilangkan bias manusia. Langkah ini akan melindungi bursa BRICS dari evakuasi oleh lembaga pemeringkat kredit Barat.






