Eropa tetapkan tarif pajak tinggi untuk mobil listrik selama China

Ibukota Indonesia (ANTARA) – Mayoritas negara Eropa telah terjadi memberikan pengumuman memperkuat penerapan tarif tinggi pada kendaraan listrik yang tersebut diimpor dari China.
Dilaporkan Drive pada Mulai Pekan (7/10) waktu setempat, Komisi Eropa, badan eksekutif Uni Eropa (UE) memberlakukan tarif impor di beraneka tingkatan awal tahun ini untuk melindungi sektor mobilnya agar tak terpuruk akibat meningkatnya jumlah total kendaraan terjangkau yang tersebut datang dari China.
Namun, sekarang negara-negara anggota sudah memberikan suara, pajak yang dimaksud telah lama bermetamorfosis menjadi resmi dengan tarif pada mobil China yang digunakan ditetapkan naik dari 10 persen berubah jadi 45 persen selama lima tahun ke depan.
Namun tak semua anggota mendukung, ada lima negara salah satunya Jerman serta Hongaria yang dimaksud menentang tarif, sementara 12 negara lainnya abstain sebanding sekali.
Baca juga: Jerman tengahi kesepakatan untuk redam pajak mobil Uni Eropa-China
Baca juga: Keputusan tarif Uni Eropa terhadap EV China masuki tahap akhir
Sebanyak 10 anggota memberikan pendapat untuk pembaharuan tersebut, salah satunya negara-negara seperti Prancis, Italia, juga Polandia.
Langkah yang disebutkan menyusul penyelidikan Uni Eropa terhadap besarnya bantuan negara yang mana diterima produsen mobil Tiongkok, yang mana menurut politisi Eropa tak adil bagi merek lokal.
Sebagai hasil dari penyelidikan tersebut, Komisi Eropa menetapkan bea masuk tersendiri pada tiga merek kendaraan listrik utama Tiongkok yaitu SAIC, BYD, dan juga Geely, demikian dilaporkan BBC.
Saat ini, Uni Eropa merupakan pangsa luar negeri terbesar bagi sektor mobil listrik Tiongkok, sementara bidang manufaktur mobil Jerman sangat bergantung pada ekspor ke Tiongkok.
Menurut The Guardian, BMW kemudian Volkswagen mengecam kebijakan Uni Eropa tersebut, dengan BMW mengungkapkan hal itu merupakan "sinyal fatal" bagi sektor mobil Eropa, sementara VW menyebutnya sebagai "pendekatan yang digunakan salah."
Namun, jarak jauh dari sekadar kenyataan yang dimaksud telah terjadi, Komisi Eropa memaparkan bahwa UE lalu Tiongkok akan "bekerja keras untuk mencari solusi alternatif" di tahun-tahun mendatang.
Kementerian Perdagangan Tiongkok menyampaikan kebijakan untuk mengenakan tarif "tidak adil" kemudian "tidak masuk akal", yang dimaksud menyebabkan perasaan khawatir akan adanya pembalasan terhadap ekspor ke Tiongkok dari sektor lain.
Baca juga: Industri China tanggapi rencana UE terapkan tarif impor EV China
Baca juga: Jerman tengahi kesepakatan untuk redam pajak mobil Uni Eropa-China
Baca juga: Beijing desak Uni Eropa hentikan investigasi mobil listrik China
Artikel ini disadur dari Eropa tetapkan tarif pajak tinggi untuk mobil listrik asal China






