Kalsel lanjutkan perkembangan Jembatan Pulau Laut Kotabaru

Banjarmasin – Pelaksana Pekerjaan Kepala Dinas Pekerjaan Umum serta Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan (Plt Kadis PUPR Kalsel) Yasin Thoib menyebutkan pembangunan Jembatan Selat Pulau Laut, Kota Kotabaru, kembali berlanjut setelahnya sempat berhenti selama puluhan tahun.
Yasin mengungkapkan itu usai Rapat Kerja Dinas PUPR Provinsi Kalsel dengan Komisi III Area Pembangunan kemudian Infrastruktur DPRD Provinsi Kalsel yang dimaksud juga membidangi perhubungan di dalam Banjarmasin, Selasa.
Mengenai kebijakan efisiensi anggaran pada 2025, Yasin menyatakan hal itu tiada hambatan pada Anggaran Pendapat serta Belanja Daerah (APBD) atau tak terdampak terhadap pengerjaan Jembatan Selat Pulau Laut Kotabaru.
"Kami terus mengerjakan pembangunan Jembatan Selat Pulau Laut Kotabaru yang dimaksud dari sisi kanan kemudian kiri. Namun, kita mengharapkan bantuan pemerintah pusat untuk bagian sedang jembatan," ujar Yasin.
Ia mengungkapkan, Pemprov Kalsel pun mengupayakan memperoleh perizinan untuk keberadaan prasarana perhubungan darat yang tersebut menghubungkan daratan Kalimantan dengan Pulau Laut (Ibu Perkotaan Kota Kotabaru).
Sebab, kata Yasin, perkembangan Jembatan Selat Pulau Laut Kotabaru yang disebutkan harus mendapatkan izin dari Komisi Keselamatan Jalan, Jembatan dan juga Terowongan.
Sebagai dampak efisiensi anggaran 2025, Yasin mengakui Pemprov Kalsel mengalami pemotongan sekitar Rp100 miliar.
"Tapi dari anggaran perjalanan dinas, rapat, dan juga dana alokasi khusus (DAK), sedangkan untuk infrastruktur jalan terus," ucap Yasin.
Yasin memperlihatkan kelangsungan konstruksi jembatan di tempat Anjir Pasar Wilayah Barito Kuala (Batola) Provinsi Kalsel pada 2025.
"Jembatan yang tersebut berada pada lintas Trans Kalimantan yang tersebut menghubungkan Kalsel dengan Kalimantan Tengah (Kalteng)," tuturnya.
Rapat Kerja dengan Dinas PUPR lalu Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel yang disebutkan dipimpin Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel H Kartoyo SM didampingi Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalsel Mustakimah.
Diketahui, jembatan yang dimaksud menghubungkan Batulicin, Kota Tanah Bumbu juga Pulau Laut, Daerah Kotabaru yang disebutkan miliki panjang sekitar 3,75 kilometer.
Pemprov Kalsel telah terjadi menganggarkan Rp200 miliar dari sisi Batulicin juga Rp300 miliar dari sisi Kotabaru. Pada 2025, Pemprov Kalsel mengalokasikan Rp300 miliar dari sisi Batulicin lalu Rp450 miliar dari sisi Kotabaru.
Sehingga, anggaran total mencapai Rp1,2 triliun, sedangkan anggaran yang digunakan diperlukan Rp5,9 triliun, sehingga masih dibutuhkan sekitar Rp4,7 triliun.
Awalnya, Pemprov Kalsel memperkirakan perkembangan Jembatan Pulau Laut dapat dikerjakan selama dua tahun, namun pertimbangan anggaran yang tersebut besar sehingga rencana pembangunan menjadi tiga tahun, sehingga kemungkinan penduduk dapat memanfaatkan jembatan yang disebutkan sebagai pelabuhan terbesar pada 2029.






