Ramalan Nostradamus tentang Masa Depan Paus Fransiskus Muncul Lagi, Sempat Kritis di tempat Rumah Sakit

JAKARTA – Paus Agung sedang menjalani perawatan di tempat rumah sakit pasca mengalami permasalahan pernapasan hingga membuatnya kritis. Ramalan Nostradamus tentang masa depan Paus Fransiskus muncul kembali juga menciptakan masyarakat khawatir.
Michel de Nostradamus meninggal pada 1566, tetapi bukunya ‘The Prophecies’ begitu terkenal akibat terkait dengan berbagai perkembangan ketika ini, salah satunya diyakini berasal dari pengungkapan kondisi kebugaran Paus Fransiskus yang kritis.
Dikutip Marca, sejumlah yang percaya bahwa Nostradamus telah berbicara di tulisannya tentang kemungkinan kematian individu paus tua, dengan menunjukkan pada bukunya itu. “Dengan kematian pribadi paus yang mana sangat tua, individu Romawi yang tersebut cukup umur akan terpilih, yang akan dikatakan mengurangi kekuatan kedudukannya, tetapi untuk waktu yang digunakan lama ia akan duduk juga melakukan aktivitas menggigit,” tulisnya.
Astrolog Prancis itu juga diyakini telah terjadi menyarankan siapa calon penggantinya dengan menunjukkan bahwa paus berikutnya akan menjadi yang digunakan terakhir sebelum kiamat lantaran akan ada peperangan agama dalam dunia.
“Paus Romawi tiada akan terpilih, baik di dalam dekat maupun di dalam sangat tidak ada akan ada perhatian yang digunakan diberikan kepadanya. Seorang pemuda berkulit gelap dengan bantuan raja yang dimaksud agung akan menyerahkan dompet itu untuk orang lain yang dimaksud berkulit merah,” tulis Nostradamus di bukunya.
Paus Fransiskus masih Pakai Oksigen
Vatikan memberikan laporan tentang kebugaran Paus, yang digunakan menyatakan bahwa ia sudah pernah beristirahat, tetapi harus terus menggunakan oksigen yang mana dipasok melalui kanula hidung, setelahnya mengalami krisis pernapasan.
“Malam berlalu dengan tenang, Paus beristirahat,” kata juru bicara Vatikan Matteo Bruni di sebuah pernyataan.
Matteo Bruni menyatakan bahwa Paus sadar, tetapi masih menggunakan oksigen pasca krisis yang mana juga memerlukan transfusi darah, sehingga masih di kondisi kritis akibat infeksi paru-paru yang dimaksud kompleks.
Pria Argentina berusia 88 tahun itu, yang tersebut sebagian paru-parunya telah terjadi diangkat ketika beliau masih muda juga Paus masih akan menjalani lebih banyak sejumlah tes klinis kemudian nanti akan ada kabar terbaru tentang kesehatannya.






