325.000 Orang terlibat Unjuk Rasa Terbesar Memprotes Kebijakan Korup otoritas Serbia

LONDON – Banyak ribu orang turun ke ibu kota Serbia pada hari Hari Sabtu untuk memprotes kematian 15 orang pada runtuhnya stasiun kereta api.
Sementara pemerintah memperkirakan jumlah total kontestan mencapai 107.000 orang di dalam seluruh Beograd, sebuah pemantau independen menyatakan 325.000 orang – jikalau tiada lebih lanjut – telah lama berkumpul, menjadikannya unjuk rasa terbesar dalam Serbia yang mana pernah ada.
Runtuhnya Novi Sad November lalu sudah memicu kemarahan terhadap pemerintah dan juga Presiden Aleksandar Vucic. Para demonstran menyalahkan korupsi serta praktik curang sebagai pemicu hilangnya nyawa.
Mereka yakin bencana yang dimaksud mencerminkan pemerintahan selama lebih lanjut dari satu dekade oleh Partai Progresif Vucic – yang mana sangat erat kaitannya dengan renovasi stasiun baru-baru ini.
Melansir BBC, Presiden Vucic menyampaikan pidato di tempat hadapan rakyat pada hari Hari Sabtu lalu memuji polisi, seraya menambahkan bahwa ia bangga bahwa “kami berhasil menjaga perdamaian”.
Baca Juga: Proposal Mesir untuk Kawasan Gaza 2030 Persatukan Negara-negara Arab
Ia menambahkan bahwa ia “memahami” instruksi para demonstran, serta berkata “kami harus mengubah diri kami sendiri”.
Meskipun sejumlah yang tersebut mengundurkan diri – kemudian Vucic bersikeras bahwa ia tak akan ke mana-mana – mengecam terus berkembang.
“Kami cuma menginginkan negara yang tersebut berfungsi,” siswa hukum Jana Vasic mengungkapkan terhadap BBC pada sedang kerumunan yang digunakan semakin berbagai pada Beograd.
“Kami menginginkan lembaga yang digunakan menjalankan tugasnya dengan baik. Kami bukan peduli partai mana yang dimaksud berkuasa. Namun, kami membutuhkan negara yang berfungsi, tidak negara tempat Anda tiada mendapatkan keadilan selama lebih tinggi dari empat bulan.”






