21 perusahaan Indonesia yang dimaksud masuk Top 500 Asia Pasifik 2025

DKI Jakarta – Baru-baru ini majalah Time mengumumkan daftar 500 perusahaan terbaik di tempat Asia Pasifik. Time melakukan penilaian terhadap kinerja perusahaan di dalam wilayah Asia Pasifik berdasarkan tiga faktor utama, yaitu kepuasan karyawan, kinerja keuangan, lalu transparansi keberlanjutan.
Dalam daftarnya, setidaknya ada 21 perusahaan dengan kantor pusat dari Indonesia yang berhasil masuk pada daftar 500 perusahaan terbaik Asia Pasifik 2025. PT Pertamina (Persero) adalah salah satu perusahaan yang mana berhasil masuk di daftar bergengsi ini. Perusahaan energi milik negara ini berada di dalam peringkat ke-32, menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang berhasil menembus jajaran 50 besar.
Bekerja serupa dengan Statista, mingguan selama Amerika Serikat, Time mengevaluasi dimensi kepuasan karyawan melalui data survei yang melibatkan sekitar 50.000 karyawan di dalam kawasan Asia Pasifik pada tahun 2023.
Untuk dimensi kinerja keuangan, penilaian didasarkan pada data finansial perusahaan yang dikumpulkan oleh Statista, dengan kriteria perusahaan yang masuk penilaian mempunyai pendapatan minimal US$100 jt pada 2023 kemudian mencatatkan perkembangan pendapatan positif dari 2021 hingga 2023.
Sementara itu, transparansi keberlanjutan dinilai berdasarkan sejauh mana perusahaan memenuhi standar environmental, social, and governance (ESG) yang dimaksud diukur oleh Statista. Semua data yang disebutkan kemudian dihitung menjadi skor akhir dengan skala 0 hingga 100.
Berikut adalah daftar lengkap skor yang tersebut diperoleh oleh perusahaan-perusahaan dengan syarat Indonesia yang digunakan berhasil masuk di daftar 500 perusahaan terbaik Asia Pasifik 2025, mengutip majalah Time
Perusahaan RI yang mana masuk top 500 Asia Pasifik 2025
1. PT Pertamina: skor 93,00 (peringkat 32 di dalam Asia Pasifik)
2. PT Bank Mandiri: skor 88,91 (peringkat 105)
3. PT Astra International: skor 88,26 (peringkat 118)
4. PT Bank Rakyat Indonesia (BRI): skor 87,86 (peringkat 126)
5. PT Adaro Energy: skor 86,86 (peringkat 158)
6. PT Bukalapak: skor 86,66 (peringkat 162)
7. PT Wijaya Karya: skor 85,83 (peringkat 182)
8. PT Bank Central Asia (BCA): skor 85,41 (peringkat 196)
9. PT Kalbe Farma: skor 84,76 (peringkat 215)
10. PT Mayora Indah: skor 83,88 (peringkat 236)
11. PT Charoen Pokphand Indonesia: skor 82,6 (peringkat 263)
12. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN): skor 82,16 (peringkat 271)
13. PT Bank Negara Indonesia (BNI): skor 81,57 (peringkat 282)
14. PT Garuda Indonesia: skor 81,18 (peringkat 292)
15. PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA Group): skor 81,13 (peringkat 294)
16. PT Telkom Indonesia: skor 80,62 (peringkat 302)
17. PT J&T Express: skor 79,4 (peringkat 322)
18. PT Antam: skor 74,63 (peringkat 441)
19. PT Bank Syariah Indonesia (BSI): skor 73,8 (peringkat 461)
20. PT Hero Supermarket: skor 73,45 (peringkat 472)
21. PT Indomarco Prismatama (Indomaret Group): skor 73,21 (peringkat 477)






